Categories
Uncategorized

Mercedes-Benz C-Class W206 Mendebut Bawa Teknologi S-Class

2021 mercedes c-class

C-Class selalu membawa karakteristik tersendiri. Mengawali karir sebagai sedan kompak di 1982 dan kemudian disematkan identitas “C” pada 1993. Sejak itu generasi demi generasi bergulir demi mempertahankan trofi model terlaris di pasaran. Ia selalu menjadi volume maker, best seller, salah satu seri klasik, dan berwujud sedan – dan turunannya – dengan dimensi kompak.

Di tengah tingginya pamor SUV, keturunan murni tak lantas mati. Suksesi terjadi baru-baru ini (23/2). Resmi menjadi titik pergantian babak kelima di keluarga C-Class secara global. Terus berusaha memikat lewat variasi tubuh, dua model langsung dikenalkan yakni saloon dan estate. Tak ketinggalan variasi elektrifikasi berikut segudang penyempurnaan teknologi. Regenerasi ini bahkan menjadikannya sebagai baby S-Class paling identik.

Rancangan tubuh C-Class teranyar ini sebetulnya tidak asing di mata. Evolusioner, seolah tidak berubah banyak dari pendahulu. Pun detail elemen cukup dikenal. Mengambil aransemen segar yang lebih dulu dibawa A-Class. Yep, secara desain memang sedan Mercedes-Benz terkenal dengan keseragaman rancangan. Dengan lahirnya C-Class generasi kelima (kode internal W206), lengkap sudah tatanan boneka Matryoshka dari Sonderklasse hingga ke entry level untuk saat ini.

mercedes C-Class W206

 

Mungkin wajar bila sebagian beranggapan ia lebih cocok disebut facelift besar-besaran. Namun meski seperti tidak berubah banyak, kalau diteliti lagi tentu terdapat diferensiasi. Cukup signifikan terjadi di balik profil tubuh yang cenderung mirip pendahulu. Fasad depan mengaplikasikan mata memicing dan grille lebar nan sporty. Lanjut ke samping, ia tampil lebih dewasa dengan mengurangi kesibukan garis bodi. Bentuk atap mengkurva tetap eksis. Sementara itu, area bokong mengingatkan pada aransemen termutakhir keluarga sedan berlambang Three Pointed Star. Lampu dibentuk horizontal dan meruncing ke tengah.

Perlu juga diketahui kalau penyempurnaan benar-benar terjadi menyeluruh dan komprehensif. Contoh dari segi dimensi, diklaim tubuhnya membesar dan berimbas pada penambahan ruang dalam kabin. Ruang gerak lengan bertambah 22 mm di depan dan 15 mm di belakang. Headroom belakang lebih tinggi 13 mm (11 mm di model estate). Paling besar terjadi di ruang kaki belakang, total 35 mm diyakini menambah kenyamanan perjalanan.

 

Apalagi kalau bicara soal fitur, W206 seakan melompat jauh dari model lama. Bagian ini yang membuatnya cukup lantang menyuarakan kedekatan dengan S-Class. Contoh pemanfaatan lampu Digital Light seperti ditemukan pada Sonderklasse generasi termutakhir. Tersaji sebagai opsi ekstra, ia gendong 1,3 juta cermin mikro di lampu depan. Canggih, fungsinya dapat memproyeksikan gambar seperti garis bantu, simbol, hingga animasi ke jalan.

Mercedes-benz c-class w206

Sensasi S-Class lebih terasa lagi kala memasuki kabin. Jelas terbaca bahwa panutan sang sedan kompak ‘Mercy’ adalah seri flagship. Tampil futuristis dengan permainan layar besar berbentuk tablet sebagai instrumentasi dan sistem infotainment. Keduanya bertengger di tatanan dasbor dan konsol tengah yang mengalun dalam satu paket utuh. Tidak ada definisi tegas kecuali monitor vertikal berukuran besar di tengah. Berkat layar itu pula kesibukan tombol diminimalisir.

 

Pengoperasian fitur dan segala komponen hiburan dalam kabin memanfaatkan sistem MBUX generasi kedua. Semakin canggih, interaktif, dan dapat menjadi lebih pintar lewat layanan online Mercedes me. Tak perlu lagi memanggil “Hey Mercedes” untuk mengoperasikan beberapa fungsi seperti telepon. Di samping itu, “Hey Mercedes” dapat ditanya untuk menjelaskan fungsi kendaraan. Lebih canggih lagi, ia dapat mengenali penumpang lewat suara.

 

Integrasinya kini meluas. Bukan di mobil saja, fungsi “Hey Mercedes” dapat dipakai untuk memantau keadaan di rumah lewat fungsi Smart Home. Untuk saat ini terhubung dengan penyedia seperti Bosche Smart Home dan Samsung SmartThings. Bisa berkomunikasi untuk memantau hingga mengontrol suhu, lampu, sampai ke peranti elektronik lainnya. Jika terpasang sensor gerak juga dapat mengetahui pergerakan di rumah.

 

C-Class interior

 

Urusan pemacu, langkah downsizing tetap menjadi strategi peningkatan efisiensi. Seleksi mesin modular FAME (Family of Modular Eninges) empat silinder meramaikan seluruh line up. Opsinya tersebar dari C180, C200, C200 4Matic, C300, C220d, dan C300d. Atas pengurangan ruang bakar dan jumlah silinder tentu tenaga tidak terkompromi lantaran terdapat sokongan turbo. Tapi tak hanya itu, elektrifikasi ikut menjadi standar.

 

Baik itu pemacu diesel atau bensin, semua kebagian dorongan Integrated Starter Generator (ISG). Berperan sebagai asisten mild hybrid di kecepatan rendah, menyuguhkan output tambahan sebesar 20 hp/200 Nm di seluruh enjin bensin maupun diesel. Di samping itu, transmisi otomatis 9 percepatan 9G-Tronic jadi standar penyalur daya seluruh varian. Bantu salurkan putaran ke roda belakang atau menuju empat sisi lewat sistem 4Matic.

 

Elektrifikasi tidak berhenti sampai mild hybrid, model plug-in hybrid (PHEV) akan segera menyusul setelah momen peluncuran. Dipaketkan bersama mesin 2,0 liter empat silinder M254. Diklaim dorongan elektris dapat membawa C-Class PHEV melaju tanpa mengeluarkan emisi sejauh 100 km. Kecepatan maksimum mode EV sendiri disebut sampai setinggi 140 kpj. Bukan hanya efisien sebab berbekal banyak tenaga. Torehkan angka 129 hp/440 Nm dari motor listrik saja.

 

C-class W206

 

Tak kalah menarik adalah sektor kaki-kaki. Sedan kompak sekelas C-Class bisa punya kemampuan ala S-Class berkat paket opsional rear-axle steering. Ban belakang mampu belok sejauh 2,5 derajat searah atau berkebalikan dengan roda depan. Meningkatkan kelincahan di kecepatan rendah sekaligus bisa juga menambah stabilitas saat melaju kencang. Bayangkan saja, radius putar berkurang sejauh 43 cm kalau opsi ini dipasang.

 

Belum ada informasi terkait harga lantaran baru bisa dipesan 30 Maret di Eropa. Setelah sedan dan estate, banyak model lain bisa diantisipasi. Termasuk di dalamnya perwujudan estate All-Terrain hingga seri performa AMG yang konon menggunakan mesin empat silinder. Mengingat ia juga menjadi salah satu model penting di Tanah Air, kehadirannya bisa kita nanti. Diekspektasikan paling cepat akhir tahun

By admin0k3

Dealer Resmi Mobil Mercedes Benz Promotor Jakarta,

Leave a Reply